Takut Kena Hoax? Beginilah 7 Ciri-Ciri Situs Berita yang Terpercaya

Dewasa ini, kita sudah terlalu kenyang dengan berita-berita provokatif yang ditampilkan oleh sejumlah situs abal-abal. Ironisnya, para penggenggam internet kebanyakan langsung telan tanpa menyaring dua atau lebih sumber rujukan dari kabar terkait. Lebih-lebih justru menyebarkan ke media sosial dengan membawa nada simpati maupun empati.

Tentu hal ini banyak meresahkan berbagai pihak, terutama dari pemerintah. Sebagai pengguna internet yang baik, tentunya kita harus tahu dong bagaimana cara mengecek berita hoax maupun menghindari bacaan dari berbagai situs yang tidak terpercaya. Oleh karena itu, Anda harus bisa memilih berbagai informasi dari situs berita terpercaya. Bagaimana caranya? Silakan disimak baik-baik.

  1. Independen

Dalam pemberitaan yang valid, sebaiknya disampaikan sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Tidak boleh ada campur-tangan dari pihak-pihak yang ingin mengintervensi. Suarakan semua berita berdasarkan hati-nurani, tanpa pretensi apa pun. Jadi, semua berita yang ditayangkan merupakan hasil laporan yang bisa berdiri sendiri.

  1. Akurat

Faktor akurat di sini bermakna tidak menambah maupun mengurangi entitas berita yang diliput. Adapun penambahan dalam unsur pemberitaan lebih persuasif, tentu masih boleh. Asalkan benar-benar objektif.

  1. Beritikad Baik

Tak seperti media online abal-abal, situs yang terpercaya cenderung menjaga kredibilitas dengan cara beritikad baik. Maksud dari itikad baik tentu saja tidak merugikan pihak lain, entah secara sengaja maupun tidak sengaja. Semua berita sebelum diluncurkan ke publik sepatutnya dipertimbangkan matang-matang terlebih dahulu.

  1. Berlandaskan Kode Etik Jurnalistik

Dewan pers telah mengeluarkan undang-undang tentang pers. Tepatnya pada UU No. 40/1999, terdapat 11 pasal yang mengatur bagaimana seharusnya jurnalisme bertindak sebagai jembatan antara sumber berita dengan publik. Media yang tidak memenuhi kriteria kode etik jurnalistik tentu langsung tertolak oleh dewan pers dan terlabeli tak bisa dipercaya.

  1. Terdapat Alamat Situs

Alamat situs merupakan identitas penting suatu media yang terpercaya. Sejumlah situs abal-abal tentu mereka tak mau pasang alamat. Dengan ini sudah jelas kalau media siluman itu tak layak dikonsumsi. Apakah Anda sudi menerima paket yang tak diketahui alamat pengirim? Tentu tidak, kan?

  1. Terdapat Jajaran Redaksi

Adanya daftar orang yang menempati jajaran redaksi akan memberikan rasa aman dan jaminan legalitas terhadap setiap berita yang ditayangkan. Misalkan dalam situs tersebut, sebaiknya ada pemimpin umum atau CEO, pemimpin redaksi, redaktur dari berbagai kanal, reporter, sekretariat redaksi, staf yang mengurus periklanan maupun kontak umum.

  1. Tak Bermuatan E-hate

Apakah Anda masih asing dengan istilah E-hate? Berdasarkan namanya, E-hate berarti dibenci. Jadi, situs abal-abal biasanya menerapkan komposisi E-hate dalam konten-konten mereka yang bertujuan untuk menebar kebencian. Mereka menggunakan empati pengguna internet (unsur kebencian) untuk meraup keuntungan finansial sebanyak-banyaknya.

Pilihlah situs bacaan dengan target mencerdaskan kehidupan bangsa seperti tagar.id yang sesuai tujuan mulia dari Pancasila maupun Undang-Undang Dasar 1945. Dengan landasan 2 asas kebangsaan ini saja Anda sudah bisa langsung memutuskan mana situs online yang terpercaya, maupun yang tidak. Jangan bilang kalau Anda tidak tahu atau hapal Pancasila dan UUD 1945, ya. Masa sama dua pedoman bangsa ini tidak kenal?

Apakah Anda tahu? Tak sedikit dari para pengguna internet yang rupanya belum tahu cara membedakan berita hoax dan asli. Akibat dari berita hoax ini bisa menyebar ke banyak sekali tempat di sosial media. Tercatat oleh Menkominfo, ada 40.000 situs berita yang mengaku sebagai media online terpercaya. Waw! Banyak sekali. Setelah membaca daftar ciri media online terpercaya di atas, semoga bisa membantu Anda dalam menemukan berita unggulan.