Begini Langkah-Langkah dan Cara Import Barang Dari China

Ditengah perkembangan dunia teknologi, rasanya sangat menarik berbicara soal bagaimana cara import barang dari china. Mengingat banyak sekali para pengusahawan muda yang tertarik untuk mendatangkan barang dari China. Hal ini dipicu karena harga barang dari China jauh lebih murah jika dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Bahkan harga barang dari china, bila di jual di Indonesia, bisa dihargai 10 kali lipat dari harga aslinya. Dengan fakta semacam itu, siapa yang tidak tertarik untuk melakukan import dari china?

Hanya saja perlu diketahui bersama bahwa negara kita adalah negara hukum yang memiliki kedaulatan tersendiri. Maka segala sesuatu yang ada di negara ini haruslah berlandaskan hukum. Termasuk juga menyoal eksport – import yang juga di atur dengan hukum. khususnya hukum perdata. Tidak bisa seseorang terta merta memesan barang dari China dan langsung di kirim ke tujuan. Barang harus melewati prosedur sedemikian rupa demi menjaga keamanan dan keadaulan bangsa.

Cara Import Barang Dari China

Nah buat kamu yang penasaran bagaimana cara import barang dari china, mari kita uraikan langkah-langkahnya secara detail. Tapi sebelumnya, perlu kamu pahami, saat kamu melakukan imprort, pada orang china yang menerima pesanan inport kamu bertindak sebagai eksportir. Posisikan diri kamu adalah seorang importir asal Indonesia, sementara eksportirnya asal China.

  1. importir dan eksportir malakukan komunikasi dengan berbagai alat komnikasi yang tersedia, entah itu email, telfon, sms, fax, surat menyurat ataupun yang lainya untuk membentuk perikatan jual beli. Setelah tercipta perikatan jual beli, dimana kedua belah pihak telah menyepakati harga dan jenis barang yang akan di import, maka pihak importir melakukan purchase order atau sales contract demi lindung nilai atau lindung harga agar terhindar dari selisih kurs dan kenaikan bahan baku.
  2. Selanjutnya pihak importir harus melakukan pembukaan LC atau Letter Of Credit sebagai media pembayaran. Ada banyak jenis media pembayaran yang bisa dipakai. Salah satunya melalui Bank BCA atau bank Mandiri. Bank akan berkedudukan sebagai OPENING BANK
  3. OPENING BANK akan melakukan pengiriman L/C CONFIRMATION kepada bank yang berada di China, yang menyatakan bahwa uang pembelian telah di lock oleh Opening Bank. Maka pihak eksportir harus segera memproses pesanan. Tentu karena uang berada di bank mandiri, maka sangat aman.
  4. Lalu bank penerima L/C CONFIRMATION akan melakukan konfirmasi ke eksportir bahwa uang sudah di lock oleh OPENING BANK.
  5. Setelah itu, pihak eksportir akan melakukan pencairan dana. Bisa dicairkan secara penuh, bisa pula dicairkan setengahnya, tergantung kesepakatan yang dibuat oleh importir dan eksportir.
  6. Setelah uang diterima, maka barang akan dikirimkan. Pihak eksportir akan mendapatkan dokumen ekspor yang biasanya terdiri dari INVOICE, PACKING LIST, BILL OF LADDING dan lain sebagainya, dokumen inilah yang akan diberikan pada  BANK pemnerima LC sebagai correspondence bank.
  7. Nah untuk bisa mengambil barang yang dikirim, importir harus mengambil dokumen yang dikriim dari bank china ke bank yang ada di indonesia. Selain itu juga harus ditambha dengan beberapa syarat lain, misalnya SERTIFIKAT SNI, IZIN BPOM, dan lain sebagainya.
  8. Setalah itu, importir harus mengurus dokumen import cleareance sebagai pengeluaran barang dari bea cukai setempat. Pengurusan ini dibuat dengan cara membuat Dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang) sekaligus juga pihak importir membayar PDRI (pajak dalam rangka impor ).
  9. Setalh semuanya di urus, maka tingga menunggu SPPB (surat persetujuan pengeluaran barang), yang akan kita gunakan untuk mengambil barang di TERMINAL CARGO pelabuhan.

Nah itulah langkah-langkah secara detail bagaimana cara import barang dari china. Sebenarnya cara ini berlaku untuk semua negara asal import barang.