Jenis Dan Cara Penyembuhan Ruam Pada Bayi

Siapa orangnya sih, yang tak suka melihat seorang bayi. Apalagi jika si bayi sangat gemuk, lucu, manis dan sangat menggemaskan. Namun, seringkali kita menjumpai pada kulit bayi terdapat bintik-bintik merah, baik di wajah ataupun di kulit bagian lainnya. Bintik-bintik merah tersebut bisa kita sebut dengan nama ruam. Ruam pada bayi tersebut terjadi akibat adanya peradangan kulit karena lembab. Lalu apakah berbahaya bagi si kecil kamu? Yuk, kenali jenis-jenis dan cara penyembuhannya agar si kecil aman dari ruam moms.

Ruam popok

Ruam pertama yang sering sekali terjadi pada kulit bayi yakni ruam popok, ruam ini menyebabkan bintik-bintik merah pada pantat bayi atau selakangan bayi. Biasanya ruam ini terjadi akibat penggunaan deterjen atau pelembut popok yang digunakan oleh bunda di rumah karena mengandung bahan kimia. Penyebab lain seperti terlambat mengganti popok bayi juga dapat menyebabkan ruam lho, oleh karena itu, para bunda harus selalu rajin dan mengecek kondisi popok si kecil, agar merasa nyaman. Selain itu, sering-seringlah membaringkan bayi pada tempat atau kamar yang hangat dan juga bersih.  Jika ruam yang dialami si kecil, sangat banyak dan juga basah, berikanlah salep pelindung yang mengandung zink, vitamin A dan juga vitamin D.

Biang keringat

Biang keringat atau yang biasa kita sebut dengan keringat buntet ini sering kita jumpai pada bayi, bahkan terkadang pada anak-anak remaja pun mengalami hal ini. Biang keringat ini disebabkan oleh tersumbatnya saluran kalenjar keringat, sehingga memunculkan bintik-bintik merah pada kulit bagian luar tubuh. Biasanya biang keringat ini tumbuh pada bagian yang berudara panas, oleh sebab itu hindarilah penggunaan pakaian kaos pada bayi yang dapat menyerap keringat dan berbahan tebal. Bunda juga harus rajin dalam mengganti kaos bayi, jika sudah basah karena keringat si kecil.

Ruam susu

Ruam susu ini biasanya terjadi pada daerah sekitar pipi bayi, orang Jawa menyebutnya dengan sebutan buras. Biasanya ruam susu ini berwarna putih seperti panu pada daerah sekitar pipi bayi dan terasa gatal. Untuk mengatasi hal tersebut, selalu cek dan jangan berikan air terlalu panas pada bayi dalam memandikannya. Karena air yang terlalu panas ini dapat menyebabkan kulit kering dan terasa rasa gatal yang semakin menjadi-jadi. Nah, jika ruam bayi ini meluas dan terlihat parah, segeralah bawa bayi kamu ke dokter, agar mendapatkan penanganan khusus oleh ahlinya.

Eksem seboroik

Ruam yang keempat yang biasa terjadi pada bayi yakni adalah eksem seboroik, ruam ini biasanya terjadi di daerah bagian kulit kepala bayi. Ruam yang ada pada kulit kepala bayi, biasanya tidak berbahaya dan tidak terasa gatal, karena hanya disebabkan oleh hormone androgen ibu. Dan biasanya, ruam ini akan berubah menjadi ketombe ketika bayi tumbuh menjadi remaja. Untuk menghilangkan ruam ini, rajinlah menyisir rambut kepala bayi dengan sisir bergigi halus serta berilah minyak kelapa pada kulit kepala bayi.

Dermatitis kontak

Ruam dermatitis kontak ini biasanya di derita oleh anak berusia 2-12 tahun, ruam ini berwarna merah dan gatal. Penyebab terjadinya ruam ini biasanya diakibatkan oleh kontak fisik dari luar baik rerumputan, kosmetik, dan lainnya. Cara untuk menangani dapat dengan memberikan lotion atau salep yang mengandung steroid. Serta jangan sekali-kali menggaruk-garuk pada daerah yang terkena ruam, karena akan menyebabkan pelebaran ruam yang semakin parah.

Biduran

Ruam yang terkahir ini tidak hanya terjadi pada bayi, bahkan orang dewasa pun dapat terjangkit ruam yang bernama biduran ini. Biduran merupakan reaksi alergi yang dapat menyebabkan gatal dan kemerahan pada kulit. Untuk pertolongan pertama yang dapat dilakukan yakni dengan memandikannya, memberi kompres atau memberikan lotion kelamin.

Nah, itulah beberapa ruam dan penyebab pada bayi yang biasa terjadi.