Mitos Kehamilan Yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Kini, Anda Juga?

5. Morning sickness

Di tengah perkembangan zaman yang serba canggih seperti saat ini, masih banyak saja mitos yang berkembang mengenai kehamilan. Mitos ini sebagian besar diturunkan dari orang tua dan membuat anak jadi susah untuk membantahnya. Secara umum, mitos-mitos terkait ciri ciri hamil ini memang tidak akan sampai membahayakan kondisi ibu dan janin. Tapi kadang risih juga kan, kalau terus menerus dicekoki dengan mitos-mitos tak berdasar?

Maka dari itu, yuk simak mitos mengenai kehamilan yang tak terbukti secara ilmiah berikut ini:

Ibu hamil tak boleh makan nanas

Nanas merupakan buah yang kaya akan vitamin C dan nutrisi lain yang sebenarnya baik untuk kesehatan ibu hamil. Tapi di Indonesia, banyak beredar mitos yang menyebutkan bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran. Hal ini sebenarnya sama sekali tidak terbukti secara ilmiah. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, nanas tak akan berpengaruh pada kandungan Anda.

Ibu hamil yang memelihara kucing bisa menyebabkan keguguran

Sebagai pecinta kucing, Anda tentu kesal kan, kalau ada orang yang selalu mengatakan bahwa kucing bisa menyebabkan keguguran? Secara ilmiah, kucing sebenarnya tidak berbahaya apalagi kalau rutin dimandikan dan dibersihkan bulunya. Yang berbahaya dan bisa menyebabkan terjangkitnya toksoplasma adalah kotoran kucing. Jadi selama kucing selalu dalam kondisi bersih dan wadah kotoran terletak jauh dari ibu hamil, semuanya bukanlah masalah.

Selama hamil tak boleh berhubungan seks

Mitos satu ini juga banyak sekali dipercaya. Muncul anggapan bahwa hubungan seksual bisa memicu terjadinya  kontraksi. Hal ini memang bisa terjadi jika kehamilan lemah atau ada kondisi medis tertentu. Tapi selama kehamilan Anda sehat, hubungan seksual yang dilakukan dengan pasangan justru bisa menjadikan ibu hamil lebih rileks. Tapi ingat, jangan melakukan hubungan dengan posisi yang terlalu menekan perut.

Sebelum melakukan suatu hal yang berdasarkan pada mitos, ada baiknya Anda mencari tahu dulu informasi tersebut melalui buku atau berkonsultasi langsung dengan obgyn supaya tidak ada keraguan.