Berat Badan Menentukan Ekonomi, Benarkah?

Setiap orang tentunya ingin selalu hidup senang dan bahagia. Tidak ada seorangpun yang hidupnya itu ingin susah dan sengsara. Berbagai cara dilakukan seseorang agar bisa menjalani kehidupan dengan bahagia. Identiknya kebahagian itu biasanya diukur dari banyak tidaknya seseorang itu mempunyai uang. Jika yang menjadi tolak ukur kebahagian seseorang itu adalah uang maka seseorang ini tentunya akan berusaha mendapatkan uang dengan sebanyak banyaknya. Misal seseorang ini akan rajin dalam bekerja atau juga akan tekun dan ulet dalam menjalakankan usahanya sehingga diharapkan nantinya akan mencapai kesuksesan.

Selain uang biasanya yang menjadi ukuran kebahagian seseorang itu adalah mendapat pasangan yang cocok. Misalnya saja seseorang ini mempunyai pasangan yang setia, baik, pengertian, dan sikap baik lainnya yang bisa membuat seseorang itu senang. Senang atau susahnya seseorang sering diidentikan dengan gemuk atau kurusnya seseorang. Benarkah gemuk atau kurusnya seseorang itu menunjukkan keadaan senang atau susahnya kehidupan seseorang?

  1. Ketika Seseorang Itu Gemuk

Saya termasuk salah seorang yang gemuk. Dan ketika saya bertemu dengan teman atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu maka mereka akan berkata jika kehidupan saya itu sekarang senang karena mempunyai badan yang gemuk. Teorinya mungkin seperti ini ketika seseorang ini merasa senang maka seseorang ini tidak ada beban pikiran sehingga seseorang ini akan nafsu untuk makan. Anggapan yang lainnya juga ketika sesorang ini hidup senang misalnya banyak uang maka seseorang ini bisa membeli makanan apa saja yang enak enak dan bergizi setiap harinya. Tapi kenyataanya banyak juga yang badannya itu kurus sekali padahal seseorang ini mempunyai banyak uang.

  1. Ketika Seseorang Itu Kurus

Kurusnya badan seseorang sering dianggap jika orang itu susah. Sering ketika seorang istri badannya itu kurus sehingga sering ada orang orang yang beranggapan jika si istri itu tidak bahagia dengan kehidupan rumahtangganya. Misalnya saja adanya anggapan jika si istri tidak mendaptkan nafkah yang memadai sehingga susah sekali untuk membeli makanan. Atau juga si istri ini kurus badannya karena mempunyai suami yang suka selingkuh, melakukan KDRT, atau perilaku buruk lainnya yang membuat batinnya tertekan. Namun kenyataannya ada juga orang yang badannya itu gemuk tapi sebenarnya hidupnya itu susah.