Ini Alasan Mengapa Seseorang Yang Tidak Mempunyai Kemampuan Disebut Sebagai Anakbawang

 

Sering kita dengar adanya seseorang yang dianakbawangkan dalam suatu kelompok atau komunitas. Lalu apa itu anakbawang? Menurut saya seseorang yang dianakbawangkan itu adalah seseorang yang diterakhirkan. Seseorang yang dianakbawangkan ini posisinya selalu terakhir. Posisi seseorang yang dianakbawangkan itu hampir seperti seseorang yang disepelekan atau dikucilkan. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa menjadi anakbawang dalam suatu kelompok atau komunitas misalnya saja seseorang yang tidak mempunyai kemampuan atau kemampuannya itu kurang.

Ketika seseorang kurang atau tidak mempunyai suatu kemampuan maka seseorang ini kehadirannya dalam suatu komunitas tidak penting. Sehingga ada atau tidak adanya dia tidak akan terlalu berpengaruh bagi kelompoknya. Seorang anakbawang ini dianggap tidak bisa memajukan atau mengembangkan suatu komunitas karena tidak punya kemampuan. Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang yang tidak mempunyai kemampuan dianggap sebagai anakbawang diantaranya yaitu :

  1. Anakbawang Bentuknya Kecil

Yang namanya anak itu tentu ukurannya kecil. Seorang anak ukurannya akan lebih kecil dari induknya. Begitu juga ketika seseorang yang kurang atau tidak mempunyai kemampuan tentunya akan dianggap kecil. Seorang anakbawang ini akan dianggap jika kemampuannya itu kecil atau tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan yang lainnya. Kehadiran seseorang ini dianggap tidak ada pengharuhnya bagi suatu kelompok karena tidak ada kemampuannya. Sehingga terkadang keberadaannya dalam suatu kelompok itu dipandang sebelah mata.

  1. Sifat Dan Fungsi Dari Bawang

Sifat bawang itu kan bau. Seseorang biasanya tidak akan suka dengan sesuatu yang menimbulkan bau. Begitu juga ketika seseorang tidak mempunyai kemampuan tentunya tidak akan begitu disukai oleh kelompoknya. Fungsi bawang dalam sebuah hidangan itu biasanya hanya sebagai bumbu pelengkap saja. Begitu juga dengan seseorang yang tidak mempunyai suatu kemampuan tentu kehadirannya dalam suatu kelompok hanya sebagai pelengkap saja. Seseorang ini mungkin pola pikirnya tidak bisa membantu untuk kemajuan suatu kelompok. Tapi seseorang ini masih saja bisa dimanfaatkan misalnya saja tenaganya.